coretan tanganku
Jumat, 19 Mei 2017
Minggu, 24 Januari 2016
HIDUPKU
Mungkin sama di mata semua orang tapi sebenernya tidak.
ya tidah dengan perasaanku, aku tak bahagia dengan hidupku di kala itu
karna beban fikiran yang aku pendam sendirian.
masa kecilku di hadapkan dengan pemandangan yang nggak seharusnya anak kecil tau,
hidupku penuh dengan kata-kata keras,suasana yg mencekam,dan gelap.
Masa kecilku penuh dengan rasa tertekan yang amat dalam,
dimana seharusnya anak seusiaku di hidangkan sesuatu yg dapat mengembangkan mentalku,
tapi aku lain,justru orang tuaku telah membuat mentalku patah karna perbuatanya yang selalu berantem di depanku secara gamblang.
aku menyaksikan mereka tanpa mereka sadar ada aku di sampingnya,
meski mereka melihatku tapi rasa sadar mereka nggak ada, bahkan mereka terus dan terus berantem semakin keras,semakin panas hingga pecahlah gelas di tangnku karna jatuh dan sangking takutnya aku.
Hingga aku mulai remaja pertengkaran itu ngga pernah sirnah masih sama dan semakin parah.
aku nggak pernah betah kalau di rumah, bosen liat mereka,
mereka juga nggak pernah peduli denganku, mereka ngga pernah nanyain perkembangan sekolahku, mau aku gimana juga mereka ngga pernah nanya,
aku jadi orang periang secara kasat mata, q jg suka membuat temen-temenku tertawa tapi mereka mungkin tak pernah tau keadaanku,karna aku orang yg agak sedikit tertutup.
Aku lebih sering mencurahkan apa yang aku rasa lewat sebuah gitar.
Aku malu dengan kisah hidupku yang ngga pernah sama dengan teman-temanku,
mempunyai orang tua yang dewasa yang bisa membimbingnya,
bukan aku tak bersyukur aku hanya ingin mengeluh sebentar untuk melegakan semua yang aku rasa.
Kisah hidupkui ini mungkin bukan cuma aku yang mengalaminya, tapi masih banyak lagi di luar sana yg mengalami kisah kaya gini. Beruntung bagi seseorang yang memiliki keluarga harmonis makan satu meja setiap hari sungguh bayangan itu membuat aku iri, tidak banyak yang bisa aku lalukan, hanya bisa mengambil pelajaran dari background keluargaku sendiri sebagaipelajaran nanti di kala aku memiliki rumah tangga sendiri.
Jc- Rosse
Mungkin sama di mata semua orang tapi sebenernya tidak.
ya tidah dengan perasaanku, aku tak bahagia dengan hidupku di kala itu
karna beban fikiran yang aku pendam sendirian.
masa kecilku di hadapkan dengan pemandangan yang nggak seharusnya anak kecil tau,
hidupku penuh dengan kata-kata keras,suasana yg mencekam,dan gelap.
Masa kecilku penuh dengan rasa tertekan yang amat dalam,
dimana seharusnya anak seusiaku di hidangkan sesuatu yg dapat mengembangkan mentalku,
tapi aku lain,justru orang tuaku telah membuat mentalku patah karna perbuatanya yang selalu berantem di depanku secara gamblang.
aku menyaksikan mereka tanpa mereka sadar ada aku di sampingnya,
meski mereka melihatku tapi rasa sadar mereka nggak ada, bahkan mereka terus dan terus berantem semakin keras,semakin panas hingga pecahlah gelas di tangnku karna jatuh dan sangking takutnya aku.
Hingga aku mulai remaja pertengkaran itu ngga pernah sirnah masih sama dan semakin parah.
aku nggak pernah betah kalau di rumah, bosen liat mereka,
mereka juga nggak pernah peduli denganku, mereka ngga pernah nanyain perkembangan sekolahku, mau aku gimana juga mereka ngga pernah nanya,
aku jadi orang periang secara kasat mata, q jg suka membuat temen-temenku tertawa tapi mereka mungkin tak pernah tau keadaanku,karna aku orang yg agak sedikit tertutup.
Aku lebih sering mencurahkan apa yang aku rasa lewat sebuah gitar.
Aku malu dengan kisah hidupku yang ngga pernah sama dengan teman-temanku,
mempunyai orang tua yang dewasa yang bisa membimbingnya,
bukan aku tak bersyukur aku hanya ingin mengeluh sebentar untuk melegakan semua yang aku rasa.
Kisah hidupkui ini mungkin bukan cuma aku yang mengalaminya, tapi masih banyak lagi di luar sana yg mengalami kisah kaya gini. Beruntung bagi seseorang yang memiliki keluarga harmonis makan satu meja setiap hari sungguh bayangan itu membuat aku iri, tidak banyak yang bisa aku lalukan, hanya bisa mengambil pelajaran dari background keluargaku sendiri sebagaipelajaran nanti di kala aku memiliki rumah tangga sendiri.
Jc- Rosse
Kamis, 25 Oktober 2012
# sepucuk puisi untuk bunda #
BUNDA
masih ku ingat senyumu
yang selalu menyertaiku saat aku beranjak pergi
kau teteskan air matamu
tapi kau seolah tak memperlihatkan keseduan dalam hatimu
BUNDA
sebagai anakmu....
aku dapat merasakan sesak saat kau merelakan aku pergi
tapi aku berusaha menyembunyikan air mataku saat itu
aku berpura-pura tegar saat di hadapanmu
karna aku tak ingin air mata membasahi pipimu
ku tak ingin kau sedih memikirkan aku
aku tak rela jika itu terjadi lantas membuatmu sakit
BUNDA
selalu ku simpan senyumu
saat terakhir kau lepas tanganku
kau lambaikan tanganmu dengan deraian air matamu
betapa sesaknya dada waktu itu
tapi aku tak boleh lihat kebelakangku
ketika aku telah melangkah
BUNDA
tangismu slalu ku ingat
agar aku tak melakukan hal terbodoh yang membuatmu menangis dan bersedih
senyumu akan selalu ku ingat agar aku tetap semangat
lambaian tanganmu selalu ku kenang di kala malam
kerinduan ini selalu ku curahkan dengan mengingat nasehatmu.
aku pasti pulang dengan segenap senyum akan keberhasilan
BUNDA tunggu ku pulang :))
by: JustCall Rosse
BUNDA
masih ku ingat senyumu
yang selalu menyertaiku saat aku beranjak pergi
kau teteskan air matamu
tapi kau seolah tak memperlihatkan keseduan dalam hatimu
BUNDA
sebagai anakmu....
aku dapat merasakan sesak saat kau merelakan aku pergi
tapi aku berusaha menyembunyikan air mataku saat itu
aku berpura-pura tegar saat di hadapanmu
karna aku tak ingin air mata membasahi pipimu
ku tak ingin kau sedih memikirkan aku
aku tak rela jika itu terjadi lantas membuatmu sakit
BUNDA
selalu ku simpan senyumu
saat terakhir kau lepas tanganku
kau lambaikan tanganmu dengan deraian air matamu
betapa sesaknya dada waktu itu
tapi aku tak boleh lihat kebelakangku
ketika aku telah melangkah
BUNDA
tangismu slalu ku ingat
agar aku tak melakukan hal terbodoh yang membuatmu menangis dan bersedih
senyumu akan selalu ku ingat agar aku tetap semangat
lambaian tanganmu selalu ku kenang di kala malam
kerinduan ini selalu ku curahkan dengan mengingat nasehatmu.
aku pasti pulang dengan segenap senyum akan keberhasilan
BUNDA tunggu ku pulang :))
by: JustCall Rosse
Sabtu, 01 September 2012
# perasaan yang tulus #
kekasihku dengarkan aku
kan ku ucap kata
bahwaku juga cinta kamu
kan ku jaga
cinta yang kau beri
sampai ku kembali menemui kamu
tak kan ku ingkari
semua janji ini
aku tlah berjanji
akan hidup denganmu
dalam ikatan suci
jangan ragukan cintaku
karna ku tak sama dengan kisahmu dulu
dengan dirinya..........
kekasihku dengarkan aku
kan ku ucap kata
bahwaku juga cinta kamu
kan ku jaga
cinta yang kau beri
sampai ku kembali menemui kamu
tak kan ku ingkari
semua janji ini
aku tlah berjanji
akan hidup denganmu
dalam ikatan suci
jangan ragukan cintaku
karna ku tak sama dengan kisahmu dulu
dengan dirinya..........
Kamis, 23 Agustus 2012
# gelap malam #
dalam hening ku berdiri sendiri di ujung lamunan,
bertemankan angin malam yang sepertinya menyapaku lewat hembusan.
gelapnya sang malam seakan mengandung penuh makna ,
sunyinya menyimpan sejuta rahasia akan hidup,
apa yang akan terjadi untuk hari esok.
angin yang berhembus lirih sedik menyakinkan tentang perasaan yang gundah gulana karna sesuatu yang membebani fikiran yang membuat tak yakin apa yang akan terjadi tuk hari eesok.
namun lambaian dedaunan yang menggelombang melambai lambai searah serasa indah dan membuyarkan semuanya..
angin malam yang begitu sunyi dan sepi namun tenang, bawalah anganku terbang bersamamu beritahukan saat kau menghempas ilalang di lapang yang luas sampai terombang ambing tak tentu arah namun indah saat kau hemps dengan lirih.
ajaklah anganku untuk meresapi betapa indah bila hidup penuh dngan perjuangan,,
by: JustCall Rosse
Sabtu, 18 Agustus 2012
# dalam hening malam#
malam begtu indah di luar sana di mana terdengar takbir yang berkumandang. tapi disini tidak, tidak terdengar swara taakbir,,
aku haus, haus akan swara merdu puji pujian tentangMU, aku tau dan aku yakin dengan lewat hembusan angin malam aku mampu merasakan indahnya malam takbir meski tak ada swara takbir.
denga imajinasiku aku membayangkan suwara gemuruh orang2 merayakan hari kemenangan..
membuatku semaki rindu akan saat seperti itu,,
rindu canda tawa saat2 mash bersama, tapiaku tak boleh menyerah bgtu saja,, aku pasti akan menemui swara takbir itu lg selama TUHAN masih memberiku umur panjang.
malam begtu indah di luar sana di mana terdengar takbir yang berkumandang. tapi disini tidak, tidak terdengar swara taakbir,,
aku haus, haus akan swara merdu puji pujian tentangMU, aku tau dan aku yakin dengan lewat hembusan angin malam aku mampu merasakan indahnya malam takbir meski tak ada swara takbir.
denga imajinasiku aku membayangkan suwara gemuruh orang2 merayakan hari kemenangan..
membuatku semaki rindu akan saat seperti itu,,
rindu canda tawa saat2 mash bersama, tapiaku tak boleh menyerah bgtu saja,, aku pasti akan menemui swara takbir itu lg selama TUHAN masih memberiku umur panjang.
Langganan:
Komentar (Atom)